
Merebaknya kembali kasus penyakit pancaroba di Kecamatan Mondokan, memerlukan perhatian seluruh elemen masyarakat. Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Chikungunya yang datang menurut siklus pergantian musim kemarau menuju hujan kembali mengintip kewaspadaan kita.
Upaya mengendalikan keberadaan vektor penyakit telah dilakukan petugas Puskesmas Mondokan melalui kegiatan rutin hari Jumat yaitu PSN dan abatisasi selektif serta kegiatan kuratif fogging di beberapa tempat terjadinya kasus.
Melihat perkembangan kasus yang meluas dan meningkat frekuensinya perlu dilakukan langkah aktif masyarakat mencegah masuknya virus yang dibawa oleh vektor nyamuk Aides aegepty dan Aides albopictus. Penyuluhan kepada elemen masyarakat secara terus menerus baik melalui media massal (penyuluhan keliling, penyuluhan di tempat ibadah maupun pertemuan warga) serta penyuluhan perorangan di sarana pelayanan kesehatan terutama mengenai upaya pencegahan masuknya virus telah dilaksanakan. beberapa cara yang disarankan antara lain penggunaan kelambu, zat penolak serangga maupun pembatasan aktivitas pada waktu tertentu di wilayah yang terkena kasus diharapkan dapat menurunkan kasus DBD dan Chikungunya.
Tentu saja tidak melupakan upaya promotif dengan mengajak masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh menghadapi perubahan cuaca, baik mengkonsumsi makanan seimbang, memenuhi waktu istirahat serta olah raga yang cukup.
Berbagai langkah yang telah dilakukan bersama masyarakat semoga dapat menurunkan frekuensi kasus penyakit virus di musim pancaroba ini.